Nikah Masal Bani Alawi Di Tarim

 

NIKAH MASAL BANI ALAWI DI TARIM

Nikah masal yang diadakan bagi anak cucu AL-IMAM Muhajir Ahmad bin Isa untuk pertama kalinya di kota Tarim tepatnya pada hari selasa 2 Zulqa’dah 1438 H / 25 Juli 2017 M, dengan rangkaian acara: 1.Aqed nikah selepas solat asar di musholla Ahli kisa’ menuju halaman belakang Darulmustofa. 2.Marjah(walimah makan malam) yang diselenggarakan di halaman kuliah Al-Ahqof. Continue reading

Advertisements

Ya Tarim Wa Ahlaha

Ya Tarim Wa Ahlaha

Oleh:
Sayyid Usamah bin Zaed BSA

Kota Tarim adalah sebuah kota di negeri Hadramaut-Yaman, sudah banyak kitab-kitab sejarah yang membahas kota ini dan kehidupan penduduknya. Hanya saja ingin menuliskan setetes berkah dan wasiat dari beberapa petuah kota Tarim. Continue reading

Khataman Di Masjid-Masjid Pada Bulan Ramadhan

Pada 10 terakhir dibulan Ramadhan khususnya malam-malam ganjil di masjid-masjid kota Tarim-Hadramaut diadakan khataman Al-Qur’an dengan solat tarawih.

Masalah:
Apakah khataman di masjid-masjid tersebut adalah bid’ah? Continue reading

Hubabah Zahra binti Hafidz Al-Haddar

Senin 21 sya’ban 1436H, selepas solat asar bersama Al-Habib Ali Masyhur bin Hafidz dan Habib Umar kami menghadiri solat jenazah di jabanah Tarim (tempat biasa solat jenazah), kemudian seperti biasa setiap hari senin sore Habib Ali Masyhur membuka tasjil nasab bani alawi di murobba’ (zawiyah)Al-Habib Abdurrahman Al-Masyhur, akan tetapi tidak seperti biasanya beliau masuk dulu kerumah dan menyuruh kami menunggu di murobba’, sudah hampir 30 menit Habib Masyhur tak datang juga, saya tau Habib tidak pernah terlambat di majils-majlis kecuali ada yang membuat beliau terlambat, saya mencoba untuk menghubungi orang rumah dan mengatakan Habib Masyhur hari ini tidak dapat jalsah nasab. Continue reading

Masjid Jami’ Tarim

Masjid Jami’ ini di dirikan pada tahun 581 hijriyah di pusat kota Tarim, kemudian pada awal abad ke-10 (902 H) Syekh Abdullah bin Abdurrahman Balhaj Bafadhal mengajukan permohonan kepada seorang Sulton di zamannya agar masjid ini di perluas, setelah itu sang Sulton dan Sayyid Muhammad bin Ahmad Basakuteh menginfakkan hartanya untuk memperluas Masjid Jami’ ini, yang mana disekitar masjid ada tiga masjid lain sehingga disatukan menjadi satu bangunan. Continue reading