Hubabah Zahra binti Hafidz Al-Haddar

Senin 21 sya’ban 1436H, selepas solat asar bersama Al-Habib Ali Masyhur bin Hafidz dan Habib Umar kami menghadiri solat jenazah di jabanah Tarim (tempat biasa solat jenazah), kemudian seperti biasa setiap hari senin sore Habib Ali Masyhur membuka tasjil nasab bani alawi di murobba’ (zawiyah)Al-Habib Abdurrahman Al-Masyhur, akan tetapi tidak seperti biasanya beliau masuk dulu kerumah dan menyuruh kami menunggu di murobba’, sudah hampir 30 menit Habib Masyhur tak datang juga, saya tau Habib tidak pernah terlambat di majils-majlis kecuali ada yang membuat beliau terlambat, saya mencoba untuk menghubungi orang rumah dan mengatakan Habib Masyhur hari ini tidak dapat jalsah nasab. Continue reading

Advertisements

Hubabah Maryam binti Habib Ali Masyhur bin Hafidz

Pada awal bulan rojab 1438 H, Hubabah Maryam meminta rukhsoh kepada ayahnya Al-Habib Ali Masyhur bin Hafidz untuk safari da’wah ke Malaysia yang didampingi suami dan putranya, setelah satu bulan membuat dauroh di Malaysia juga sempat berziarah dan da’wah ke Indonesia, Hubabah dan keluarga kembali ke Tarim melalui Oman awal bulan Ramadhan, setelah sampai di bandara salalah-Oman beliau di jemput oleh salah seorang putra Habib Umar bin Hafidz yang kebetulan pada saat itu berada di salalah dan akan kembali ke Tarim. Setelah memasuki perbatasan Yaman sekitar 40km mobil yang di kendarai Hubabah dan suaminya serta 2 orang lain keluar lintasan dan terguling beberapa kali, sekitar jam 12 malam beberapa orang melihat kejadian ini dan menemukan 3 orang lelaki sudah terbuang jauh dari mobil dan sang Hubabah tetap berada di dalam mobil berdzikir.

Begitulah jika seorang hamba selalu mengingat Allah maka Allah juga selalu mengingatnya.