Hubabah Maryam binti Habib Ali Masyhur bin Hafidz

Pada awal bulan rojab 1438 H, Hubabah Maryam meminta rukhsoh kepada ayahnya Al-Habib Ali Masyhur bin Hafidz untuk safari da’wah ke Malaysia yang didampingi suami dan putranya, setelah satu bulan membuat dauroh di Malaysia juga sempat berziarah dan da’wah ke Indonesia, Hubabah dan keluarga kembali ke Tarim melalui Oman awal bulan Ramadhan, setelah sampai di bandara salalah-Oman beliau di jemput oleh salah seorang putra Habib Umar bin Hafidz yang kebetulan pada saat itu berada di salalah dan akan kembali ke Tarim. Setelah memasuki perbatasan Yaman sekitar 40km mobil yang di kendarai Hubabah dan suaminya serta 2 orang lain keluar lintasan dan terguling beberapa kali, sekitar jam 12 malam beberapa orang melihat kejadian ini dan menemukan 3 orang lelaki sudah terbuang jauh dari mobil dan sang Hubabah tetap berada di dalam mobil berdzikir.

Begitulah jika seorang hamba selalu mengingat Allah maka Allah juga selalu mengingatnya.

Advertisements

RAMADHAN KAREEM

RAMADHAN KAREEM

Oleh:
_Sayyid Usamah bin Zaed BSA (Khodim Mufti Tarim)_

Syarat sahnya puasa:
1.Niat, dalam madzhab syafi’i niat puasa pada bulan Ramadhan haruslah terulang setiap harinya dan waktunya setelah solat magrib hingga sebelum masuknya fajar.
2.Menghindari diri dari bersetubuh dan istimna'(mengeluarkan mani), adapun jika mani keluar disebabkan memikirkan atau melihat istri maka sah puasanya.
3.Menghindari diri dari mengeluarkan sesuatu dari tenggorokan(muntah), namun tidak masalah jika keluarnya tidak sengaja.
4.Menghindari diri dari memasukkan sesuatu kedalam tubuh melalui lubang-lubang terbuka seperti telinga, dan tidak masalah masuknya sesuatu melalui pori-pori seperti handbody, juga menggunakan celak pada mata tidak membatalkan puasa. Jika makan dan minum secara lupa atau tidak tahu karena baru masuk islam baik sedikit maupun banyak tidak membatalkan puasa, jika masuk debu kedalam mulut sewaktu berjalan walau sengaja membuka mulut juga tidak membatalkan puasa, menelan air liur yang suci, murni dan tidak keluar dari kedua bibir tidak membatalkan puasa dan jika sudah bercampur darah misalnya atau telah keluar dari kedua bibir maka jika menelannya membatalkan puasa.
5.Islam, tidak dalam keadaan haid/nifas dan berakal sepanjang hari. Tidak sah puasa pada dua hari raya dan hari tasyriq(11,12,13 dzulhijjah), juga pada setengah terakhir di bulan sya’ban kecuali telah biasa puasa senin kamis, puasa nadzar, atau mengqodo’ puasa. Continue reading