Ziarah Ainu Tarim

Habibi Galby

Pada bulan Ramadhan tahun 1433 Hijriah saya ziarah ke Alhabib Abdullah bin Syahab(ainuttarim) menjelang buka puasa, kalau tidak salah itu ziarah yang ke 3 pada tahun tersebut, setelah mengetuk rumah, cucu beliau Muhammad membukakan pintu dan mempersilahkan masuk dan naik ke atas dikamar biasanya menerima tamu disitu sudah duduk Habib Abdullah dan putranya Sayyid Ahmad bin Abdullah juga cucu beliau Muhammad bin Ahmad yang tadi membukakan pintu duduk sebentar kemudian keluar karna akan menghadiri buka puasa di tempat kerabatnya.

Setelah bersalaman saya duduk berhadapan dengan Habib Abdullah bin Syahab dan putranya berada di samping saya, menanyakan kabar beliau dan beliau juga menanyakan kabar saya, kemudian menanyakan kabar AlHabib Ali masyhur karna beliau mengetahui saya berkhidmah dan murafaqah Habib Masyhur, beliau mengatakan kota Tarim masih beruntung memiliki Seorang mufti seperti Habib Ali masyhur, pengaruhnya sangat besar untuk kota ini, kemudian Habib Abdullah bin Syahab(ainuttarim) menyebutkan bahwa Habib Ali masyhur adalah Allamatuttarim, aku lebih tua dari Habib Masyhur kata Habib Abdullah namun ia lebih banyak dari padaku mengambil ilmu kepada kakekku (Habib Alwi bin Syahab), kemudian Habib Abdullah menutup cerita dengan do’a untuk Habib Masyhur “Allah yu’inuh” semoga Allah senantiasa memandangnya dengan pandangan rahmat, juga do’a ini banyak ahli tarim menyebutnya untuk beliau.
Saya juga pernah mendengar langsung dari Habib Abubakar Almasyhur Aladni yang mana beliau menjuluki Habib Ali Masyhur dengan ainuttarim sebagaimana Habib Abdullah bin syahab.

Setelah itu waktu magrib sudah dekat, maka Habib Abdullah menyuruh saya berbuka puasa di tempatnya, saya menjawab lain kali namun putranya memaksa untuk mengambil berkah dan akhirnya saya diam,sampai akhirnya kurma,air dan gahwa(kopi) yang disertai sufrah di masukan, kemudian Habib menanyakan umur saya dan menyuruh untuk menikah, dalam hati saya masih muda dan minta carikan Habib Masyhur.
Dalam menunggu buka kami memperbanyak tasyahud istigfar dan do’a do’a.

Sambil berbuka, Habib dan putranya banyak bercerita tentang adat salafussoleh yang ada di kota Tarim pada bulan Ramadhan, sebagimana setiap famili bergiliran setiap malam mengundang buka puasa,agar pahala dalam keluarga tersebut khususnya berputar sesuai dalam hadits, “Orang yang memberi buka puasa mendapatkan pahala sebagaimana yang puasa tanpa mengurangi pahala orang tesebut”. Dan dirumah ini rutinitas berbuka puasa dari zaman Habib Alwi pada malam 17 Ramadhan.
Juga adat ahli tarim setiap selesai solat tarawih membaca syair syair pujian untuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam diantara kitabnya AlWitriyah,AlFazaziah,AlQawafi dan Do’a do’a serta khutbah khutbah bulan Ramadhan.

Setelah berbuka dan solat magrib berjama’ah saya permisi namun Sayyid Ahmad menawarkan makan malam besamanya, tetapi saya bilang lain kali saja, insyaAllah malam 17 kamu kembali berbuka disini dan makan malam ucap Sayyid Ahmad, saya jawab insyaAllah dan saya minta fatehah kemudian permisi.

Pada malam itu juga saya ada tamu dari malaysia dan meminta jadwal untuk ketemu Habib Ali Masyhur(mufti tarim), dan Habib menyuruh kami datang pukul 11.00 malam. Setelah berbincang bincang saya menyampaikan salam kepada Habib Masyhur dari Habib Abdullah, beliau menjawab salam dan menanyakan kabar Habib Abdullah, kemudian memandang ke arah saya tersenyum dan mengatakan didepan tamu “Usamah belajar di tarim dan akan nikah di tarim insyaAllah” saya tercengang dan merasa beliau ada bubungan batin dengan Habib Abdullah karena tadi sore Habib Abdullah(ainuttarim) menyebut masalah menikah. Sejak waktu itu Setiap ziarah Habib Abdullah saya ditanya sudah menikah? Saya hanya menjawab saya masih pingin belajar, begitu juga Habib Masyhur sering menawarkan, tapi saya masih merasa belum siap.
Dan akhirnya jodoh datang dan saya pun aqed nikah di kota Tarim dan wali nikah mewakilkan kepada Habib Umar bin hafidz dengan perintah Habib Ali masyhur.

Sehari sebelum Ramadhan tahun ini(1437 H) saya membawa istri ziarah Habib Abdullah bin Syahab(ainuttarim), setelah saya telfon Sayyid Ahmad dan menyuruh saya datang sebelum waktu zuhur, alhamdulillah Habib senang sekali saya datang kali ini dengan membawa istri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s