Khataman Di Masjid-Masjid Pada Bulan Ramadhan

Pada 10 terakhir dibulan Ramadhan khususnya malam-malam ganjil di masjid-masjid kota Tarim-Hadramaut diadakan khataman Al-Qur’an dengan solat tarawih.

Masalah:
Apakah khataman di masjid-masjid tersebut adalah bid’ah? Continue reading

Hubabah Zahra binti Hafidz Al-Haddar

Senin 21 sya’ban 1436H, selepas solat asar bersama Al-Habib Ali Masyhur bin Hafidz dan Habib Umar kami menghadiri solat jenazah di jabanah Tarim (tempat biasa solat jenazah), kemudian seperti biasa setiap hari senin sore Habib Ali Masyhur membuka tasjil nasab bani alawi di murobba’ (zawiyah)Al-Habib Abdurrahman Al-Masyhur, akan tetapi tidak seperti biasanya beliau masuk dulu kerumah dan menyuruh kami menunggu di murobba’, sudah hampir 30 menit Habib Masyhur tak datang juga, saya tau Habib tidak pernah terlambat di majils-majlis kecuali ada yang membuat beliau terlambat, saya mencoba untuk menghubungi orang rumah dan mengatakan Habib Masyhur hari ini tidak dapat jalsah nasab. Continue reading

Masjid Jami’ Tarim

Masjid Jami’ ini di dirikan pada tahun 581 hijriyah di pusat kota Tarim, kemudian pada awal abad ke-10 (902 H) Syekh Abdullah bin Abdurrahman Balhaj Bafadhal mengajukan permohonan kepada seorang Sulton di zamannya agar masjid ini di perluas, setelah itu sang Sulton dan Sayyid Muhammad bin Ahmad Basakuteh menginfakkan hartanya untuk memperluas Masjid Jami’ ini, yang mana disekitar masjid ada tiga masjid lain sehingga disatukan menjadi satu bangunan. Continue reading

Hubabah Maryam binti Habib Ali Masyhur bin Hafidz

Pada awal bulan rojab 1438 H, Hubabah Maryam meminta rukhsoh kepada ayahnya Al-Habib Ali Masyhur bin Hafidz untuk safari da’wah ke Malaysia yang didampingi suami dan putranya, setelah satu bulan membuat dauroh di Malaysia juga sempat berziarah dan da’wah ke Indonesia, Hubabah dan keluarga kembali ke Tarim melalui Oman awal bulan Ramadhan, setelah sampai di bandara salalah-Oman beliau di jemput oleh salah seorang putra Habib Umar bin Hafidz yang kebetulan pada saat itu berada di salalah dan akan kembali ke Tarim. Setelah memasuki perbatasan Yaman sekitar 40km mobil yang di kendarai Hubabah dan suaminya serta 2 orang lain keluar lintasan dan terguling beberapa kali, sekitar jam 12 malam beberapa orang melihat kejadian ini dan menemukan 3 orang lelaki sudah terbuang jauh dari mobil dan sang Hubabah tetap berada di dalam mobil berdzikir.

Begitulah jika seorang hamba selalu mengingat Allah maka Allah juga selalu mengingatnya.

RAMADHAN KAREEM

RAMADHAN KAREEM

Oleh:
_Sayyid Usamah bin Zaed BSA (Khodim Mufti Tarim)_

Syarat sahnya puasa:
1.Niat, dalam madzhab syafi’i niat puasa pada bulan Ramadhan haruslah terulang setiap harinya dan waktunya setelah solat magrib hingga sebelum masuknya fajar.
2.Menghindari diri dari bersetubuh dan istimna'(mengeluarkan mani), adapun jika mani keluar disebabkan memikirkan atau melihat istri maka sah puasanya.
3.Menghindari diri dari mengeluarkan sesuatu dari tenggorokan(muntah), namun tidak masalah jika keluarnya tidak sengaja.
4.Menghindari diri dari memasukkan sesuatu kedalam tubuh melalui lubang-lubang terbuka seperti telinga, dan tidak masalah masuknya sesuatu melalui pori-pori seperti handbody, juga menggunakan celak pada mata tidak membatalkan puasa. Jika makan dan minum secara lupa atau tidak tahu karena baru masuk islam baik sedikit maupun banyak tidak membatalkan puasa, jika masuk debu kedalam mulut sewaktu berjalan walau sengaja membuka mulut juga tidak membatalkan puasa, menelan air liur yang suci, murni dan tidak keluar dari kedua bibir tidak membatalkan puasa dan jika sudah bercampur darah misalnya atau telah keluar dari kedua bibir maka jika menelannya membatalkan puasa.
5.Islam, tidak dalam keadaan haid/nifas dan berakal sepanjang hari. Tidak sah puasa pada dua hari raya dan hari tasyriq(11,12,13 dzulhijjah), juga pada setengah terakhir di bulan sya’ban kecuali telah biasa puasa senin kamis, puasa nadzar, atau mengqodo’ puasa. Continue reading